Kamis, 19 Mei 2016

Negeri Mamala Tempo Doeloe



Daniel dan Banks (1996: 6)  berpendapat: bahwa sejarah adalah kenangan pengalaman umat manusia. Sedangkan Banks berpendirian bahwa semua kejadian di masa lalu adalah sejarah dan sejarah adalah sebagai aktualitas.

Menurut Moh.Hatta: Sejarah dalam wujudnya memberikan pengertian tentang masa lampau. Sejarah bukan sekadar melahirkan ceritera dari kejadian masa lalu sebagai masalah. Sejarah tidak sekadar kejadian masa lampau, tetapi pemahaman masa lampau yang di dalamnya mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematika pelajaran bagi manusia berikutnya.

Muhammad Yamin: Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cerita bertarikh sebagai hasil penafsiran tentang kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang telah lampau, yaitu susunan hasil penyelidikan bahan-bahan tulisan atau tanda-tanda yang lain.


Album Kenangan Negeri Mamala Tempo Doeloe



Pejabat pemerintah dan raja-raja di pantai barat laut Hitoe di mulut Wai Moki setelah perjalanan  sekitar Salahoetoe di Ambon, Tahun 1939.
Deskripsi:
Duduk dari kiri ke kanan: W.A.F. Gaspersz, departemen administrasi domestik resmi; Raja M.  Malawat dari Mamala; A. H. Ruibing, calon inspektur. Atas Raja S.J. Rehatta dari Soya. Di atas Raja Ibrahim Ohorella dari Toelehoe
Sumber:http://media-kitlv.nl



Almarhum AG.Malawat.Mamala 1980 (sumber: http://wereldculturen.nl/ )





Mamala 1980 (sumber: http://wereldculturen.nl/ )


mamala 1980 (sumber: http://wereldculturen.nl/ )



Mamala 1980 (sumber: http://wereldculturen.nl/ )


Mamala 1980 (sumber: http://wereldculturen.nl/ )


Mamala 1980 (sumber: http://wereldculturen.nl/ )


Mamala 1980 (sumber: http://wereldculturen.nl/ )


Mamala 1980 (sumber: http://wereldculturen.nl/ )


Kelompok tentara berseragam musim dingin kapal Kota Inten (1 perjalanan) selama perjalanan ke Belanda Mantel musim dingin militer diberikan di Port Said, dalam perjalanan ke Belanda dingin. Dalam gambar ini mungkin termasuk (dari bawah ke atas di baris dari kiri ke kanan): Z. Luhulima, P. Hatumena, Talane, Nanarijain H. Katabalubun Peter Matakena, P. Nahumury, S. Uspessy, R. Pattikawa, Patty A. Silooy, Arie Litamahuputty, Timisela L. Dowongi Peter Saptenno B. Souhuwat, Maelissa, Huliselan D. Erupley Chris Lumapuy, Andarias Lesilolo L. Hehakaja, Philipus Nanulaitta, Lego, E. Saimima, Bakola J. Nahumury, Lambertus Leuhena. Kanan tengah, 3 dari kanan, 3 dari bawah: A.R. Tehupelasury (dari Tolehu). Kedua dari bawah / kedua dari kanan: A. L. Malawat. Berdiri atas baris 2 dari kanan mungkin Leuhery. Berdiri 2 baris dari atas, 2 dari Wenno benar atau Pattiasina. Berdiri, 5 dari kanan Salakory (Wierden dan Almelo).
location Port Said-Eghypt(Mesir) -1951

Pantai mamala tempo doeloe





Sumber: https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.1152451738146915&type=1